Pagi sabtu,
Seperti biasa nyuci baju, karena kalau nggak nyuci bisa-bisa make baju kotor seminggu kedepan. Maklumlah nasib sibujang yang malas nyuci, jadi nyuci baju di akumulasi dalam setiap minggu. Saya tinggal diperkampungan, dan yang namanya kampung selalu identik dengan ramai. Ketika sedang menjemur pakaian tiba-tiba dilahan kosong rumah dibagian belakang ada seorang anak kecil yang sedang membawa sepotong kayu, entah buat apa itu kayu. Ya, rumahku tidak dipagar, namanya juga rumah dikampung, jadi kami harus berbagi, itulah keindahan tinggal diperkampungan.
Entah kenapa saya jadi memperhatikan itu bocah, lalu tiba-tiba datang seorang temannya. (B1 = bocah pertama, B2 = bocah kedua)
 |
| From Google Image |
B2: "wei .. ngapai sih lu, mana kudanya?" (saya langsung mikir kuda?)
B1: "inih .. " tunjuknya ke kayu yang dia pegang
B2: "Loh kok dipatahin sih ini ujungnya" komentar si kawan tidak senang
B1: "iya, itukan buat kepalanya", kata sibocah menjelaskan
B2: "Yah, gw pikir ini yang dijadiin kepala, kan udah bengkok", tunjuk sibocah sambil menunggangi kuda kayunya.